images

Apa Bentuk Suplemen yang Boleh Beredar Menurut BPOM?

KFTD – Tak semua bentuk suplemen kesehatan diizinkan beredar oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. Aturan ini tercantum dalam Peraturan BPOM Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Pengawasan Suplemen Kesehatan.

Bentuk suplemen yang boleh beredar 


1. Tablet

Tablet merupakan bentuk suplemen kesehatan yang paling sulit diserap oleh tubuh. Dari suplemen tablet, vitamin yang diserap hanya 3-20 persen dari total kandungan yang ada di tablet.

2. Kapsul

Kapsul adalah tabung kecil dari zat yang mudah larut air atau semacam agar-agar. Di dalamnya terdapat serbuk obat. Bentuk suplemen ini banyak disukai karena jika ditelan tidak pahit seperti suplemen tablet.

3. Cairan Oral

Cairan oral adalah bentuk suplemen yang bentuknya cair dan cara konsumsinya dengan diminum. Biasanya dikonsumsi oleh orang-orang yang kesulitan menelan suplemen dengan tekstur padat. 

4. Serbuk

Beberapa suplemen dibuat menjadi serbuk halus. Cara meminumnya pun harus dilarutkan di air. 

5. Granul

Bentuk suplemen granul hampeir mirip dengan serbuk. Bedanya, bentuk serbuk teksturnya lebih halus daripada bentuk granul. Suplemen granul memiliki tekstur yang bergumpal kecil.

6. Gummy

Suplemen ini berbentuk seperti permen jelly. Biasanya produk dengan bentuk ini dikonsumsi oleh anak-anak karena rasanya yang tidak pahit dan bentuknya yang lucu.

Bentuk yang tidak boleh beredar


1. Intravaginal

Suplemen kesehatan tidak boleh dibuat dalam bentuk intravaginal atau dimasukkan ke dalam vagina. Obat yang bersifat intravaginal hanya berfungsi menjaga kesehatan yang berhubungan dengan organ vagina.

2. Tetes mata

Mata adalah organ vital untuk penglihatan. Sehingga tidak tepat jika suplemen dikemas dalam bentuk tetes mata. Bentuk ini hanya boleh diterapkan untuk obat tetes mata

3. Parenteral

Parenteral adalah metode pemberian nutrisi, obat, atau cairan melalui pembuluh darah. Bentuk obat ini lebih tepat digunakan untuk pasien yang mengalami gangguan fungsi pencernaan atau pasien pasca operasi saluran cerna.

4. Supositoria

Suppositoria adalah obat solid (padat) berbentuk peluru yang dirancang untuk dimasukkan ke dalam anus/rektum (suppositoria rektal), vagina (suppositoria vagina) atau uretra (suppositoria uretra).

Ingin menjual suplemen kesehatan?

Di masa pandemi, kebutuhan suplemen kesehatan kian meningkat seiring dengan kebutuhan masyarakat yang ingin meningkatkan daya tahan tubuhnya.

Berbisnis menjual suplemen berpotensi menguntungkan. Jika outlet farmasi Anda membutuhkan distributor suplemen kesehatan, percayakan pada PT Kimia Farma Trading & Distribution (KFTD).

KFTD melayani distribusi dan perdagangan produk farmasi dan alat kesehatan. Cabang kami sudah ada di puluhan kota di penjuru Indonesia.

Content Writer: Rida Ayu Nabila K