Agar Tetap Sehat Saat Lebaran, Terapkan Pola Hidup Sehat Ini
KFTD - Saat Lebaran tiba, aneka makanan biasanya tersedia melimpah sebagai perayaan setelah satu bulan berpuasa. Tak jarang, orang pun kalap makan besar dan merasa sulit mengendalikan perilaku tersebut setelahnya.
Hal tersebut dapat menimbulkan berbagai penyakit mengintai. Oleh karena itu, pola hidup sehat tetap harus diterapkan selama Lebaran. Yuk, simak dan terapkan tips di bawah ini agar tubuh tetap sehat saat lebaran!
1. Nikmati makanan secukupnya
Anda tetap boleh mengonsumsi makanan khas Lebaran seperti ketupat, opor ayam, atau kue-kue kering. Kendati demikian, meski makan ragam makanan tapi upayakan tetap dalam porsi kecil. Bila dirasa sulit, setidaknya buat batasan bahwa Anda cukup makan agak berlebihan selama dua hari Lebaran. Setelah itu, coba kembali ke porsi makan normal.
2. Hindari makanan tinggi lemak dan santan
Makanan tinggi lemak dapat menyebabkan tubuh mengalami obesitas dan berujung pada berbagai penyakit seperti diabetes dan hipertensi. Anda perlu menghindari makanan tinggi lemak seperti kulit ayam, daging berlemak tinggi, dan kuah santan yang terlalu banyak. Tak hanya memicu lonjakan berat badan, asupan lemak berlebih bisa meningkatkan berbagai risiko penyakit.
3. Jangan lupa konsumsi buah dan sayur
Saat Lebaran, makanan yang disajikan cenderung berlemak sehingga terkadang membuat lupa akan pentingnya sajian adan asupan sayuran. Makanan yang mengandung banyak lemak juga perlu didampingi dengan sayuran untuk mengontrol kolesterol. Sayuran dapat disajikan dalam bentuk lalapan dan acar saat Lebaran. Asupan sayur dapat memperkaya serat, vitamin, dan mineral untuk tubuh.
Anda juga bisa mengonsumsi buah sebagai makanan penutup. Kandungan serat dalam buah diketahui bisa menurunkan kolesterol. Anda bisa mengonsumsi berbagai buah seperti apel dan jeruk yang sering disediakan saat lebaran.
4. Perbanyak jalan kaki
Silaturahmi juga bisa jadi momen yang tepat untuk lebih aktif bergerak sehingga meningkatkan pembakaran kalori dari makanan yang dikonsumsi. Usahakan untuk berjalan kaki menuju rumah kerabat yang tidak terlalu jauh atau sengaja memarkir kendaraan agak jauh dari lokasi silaturahmi.
5. Kenali kemampuan tubuh
Selama bersilaturahmi, Anda juga bisa memperbanyak senyum dan tertawa karena mampu merangsang keluarnya hormon endorfin, hormon yang menciptakan perasaan bahagia. Jangan lupa kenali kemampuan tubuh Anda. Segeralah beristirahat bila mulai kelelahan dan tidur cukup.
