Tren Flexing di Media Sosial, Bagaimana Menyikapinya?
KFTD - Seperti yang telah kita ketahui, istilah flexing belakangan ini sering digunakan di media sosial untuk menggambarkan seseorang yang suka pamer. Pandangan lain juga menyatakan bahwa orang yang melakukan flexing kerap memalsukan atau memaksakan gaya hidupnya agar dapat diterima dalam pergaulan.
Seiring dengan perkembangan platform media sosial yang kian hari kian masif, flexing ini kemudian dimaknai dengan tujuan memamerkan harta demi mendapat pengakuan khalayak di media sosial. Perilaku semacam ini tak jarang membuat orang lain merasa rendah diri atau insecure.
Lalu, bagaimana seharusnya kita menyikapi perilaku flexing semacam ini?
1. Tidak perlu dihiraukan
Jika orang tersebut melakukan flexing dalam hal positif dan memotivasi, mungkin Anda bisa menirunya. Namun, jika orang tersebut melakukan flexing yang tidak ada manfaatnya seperti memamerkan gadget baru, tas baru atau harta lain, sebaiknya Anda cuek dan tidak perlu dihiraukan. Jangan sampai Anda justru membanding-bandingkan diri lalu merasa down atau insecure.
2. Tetap bersyukur dengan pencapaian diri
Ada kalanya Anda merasa tidak percaya diri dan merasa terintimidasi saat seseorang memamerkan hartanya. Upayakan untuk selalu mensyukuri setiap hal yang telah Anda miliki dan hadapi dengan rasa percaya diri. Jangan biarkan omongan atau sikap mereka membuat Anda merasa rendah diri. Sebab, setiap orang memiliki pencapaian dalam hidup yang berbeda-beda.
3. Hindari persaingan
Sebisa mungkin hindari perasaan ingin bersaing dengan pelaku flexing. Sikap tersebut hanya akan menambah beban pikiran Anda dan juga persoalan baru. Tidak akan ada pemenang tentang siapa yang punya kehidupan terbaik, karena setiap orang memiliki timeline kehidupannya masing-masing.
4. Hadapi secara santai
Satu hal yang penting, Anda tidak perlu bereaksi berlebihan ketika menghadapi orang yang suka flexing. Santai saja dan coba pahami mengapa mereka butuh pengakuan seperti itu. Anda justru perlu berkaca dari mereka agar tidak melakukan hal serupa.
5. Jangan mencoba mempermalukannya
Mempermalukan pelaku flexing hanya akan membuat mereka semakin agresif. Mereka akan semakin terpacu untuk terus membuktikan diri. Oleh karena itu, simpan tenagamu dan tak perlu menghiraukan apapun yang mereka lakukan. Fokus saja untuk mengembangkan diri dan mencapai goals yang sudah Anda tetapkan.
Penulis: Dhesta Alfianti
