Bagaimana Cara Menyimpan Obat-obatan yang Benar?
KFTD - Tahukah Anda, bahwa dalam menyimpan obat-obatan, terdapat aturannya? Menyimpan obat-obatan tidak dapat dilakukan secara sembarangan dan asal, karena obat-obatan sangat sensitif terhadap kerusakan. Jika obat dinyatakan rusak, maka kualitas obat tersebut turun dan sudah pasti tidak aman untuk dikonsumsi.
Lalu, bagaimana cara terbaik untuk menyimpan obat-obatan dengan benar? Yuk, kita bahas bersama!
Sesuaikan dengan jenis obat
Ada banyak bentuk sediaan obat yang harus disimpan dengan cara yang sesuai. Cara penyimpanan umumnya dicantumkan pada kemasan obat.
Berbagai cara menyimpan obat yang benar, antara lain:
1. Jangan menyimpan kapsul atau tablet di tempat panas. Tablet dan kapsul harus disimpan di tempat kering dan sejuk pada suhu 15º – 25ºC.
2. Obat dalam bentuk cair jangan disimpan dalam lemari pendingin, kecuali disebutkan pada etiket atau kemasan obat. Hindari obat cair menjadi beku. Larutan atau sirup umumnya harus disimpan di tempat kering dan sejuk pada suhu 15º – 25ºC.
3. Sediaan aerosol/spray/semprot harus dijauhkan dari panas/suhu tinggi karena dapat meledak. Simpan di tempat kering dan sejuk pada suhu 15º – 25ºC.
4. Tetes dan/atau salep mata/hidung/telinga disimpan di tempat kering dan sejuk pada suhu 15º – 25ºC. SSementara insulin harus disimpan di lemari pendingin dengan suhu 2º – 8ºC.
Simpan di tempat sejuk dan kering
Simpan obat-obatan di tempat sejuk, kering dan terhindar dari sinar matahari langsung. Jauhkan dari jangkauan anak. Simpan dalam kemasan aslinya dan dalam wadah tertutup rapat. Jangan pernah mengganti kemasan botol ke botol lain. Usahakan untuk tidak melepas etiket pada wadah obat, karena tercantum nama, cara penggunaan, dan informasi penting lainnya.
Jangan mencampur tablet dan kapsul dalam satu wadah. Jangan menyimpan kapsul atau tablet di tempat panas dan/atau lembab karena dapat menyebabkan obat tersebut rusak. Jangan tinggalkan obat di mobil dalam jangka waktu lama karena perubahan suhu dapat merusak obat tersebut. Pisahkan penyimpanan obat dalam dengan obat luar. Baca aturan penyimpanan obat pada kemasan.
Perhatikan kualitas obat
Perhatikan tanda-tanda kerusakan obat dalam penyimpanan, seperti perubahan warna, bau, penggumpalan. Periksa secara rutin tanggal kedaluwarsa dan kondisi obat. Jangan lupa untuk selalu mengunci lemari penyimpanan obat.
Sangat penting untuk selalu memeriksa tempat penyimpanan obat di rumah guna memastikan obat yang disimpan masih dalam kondisi baik dan tidak kedaluwarsa. Obat yang kedaluwarsa tentu akan sangat berbahaya jika dikonsumsi karena sangat berisiko menyebabkan keracunan obat.
Dalam melakukan penyimpanan obat, KFTD tentu memperhatikan prosedur dan persyaratan yang berlaku sesuai dengan kaidah Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Hal ini tentu bertujuan untuk menjaga kualitas obat-obatan agar tetap terjaga dengan baik hingga sampai ke tangan pelanggan.
Jadi, tunggu apalagi? JIka Anda ingin melakukan pembelian atau pengadaan produk farmasi khususnya obat-obatan dalam jumlah besar untuk keperluan stok di outlet farmasi atau lembaga kesehatan Anda, segera pesan melalui KFTD Cabang terdekat dan dapatkan aneka produk obat-obatan dengan kualitas terbaik dan harga terjangkau!
