Ini Alasan Mengapa Tidak Dianjurkan Langsung Makan Berat Saat Berbuka
KFTD - Berbuka puasa menjadi salah satu momen yang pasti semua orang berpuasa tunggu-tunggu di bulan Ramadan. Namun sayangnya, sejauh ini masih banyak orang yang tidak sadar telah melakukan kesalahan dalam cara berbuka puasa. Contoh kesalahan saat berbuka yang kerap banyak orang lakukan adalah langsung mengonsumsi makanan berat.
Pada dasarnya, langsung menyantap makanan berat bukan sebuah larangan. Namun, porsinya juga tetap harus Anda perhatikan. Pastikan agar jumlah makanan yang masuk ke dalam tubuh tidak berlebihan.
Berikut beberapa alasan mengapa sebaiknya Anda menghindari makan berat langsung setelah berbuka:
1. Mengganggu pencernaan
Saat puasa, Anda telah tidak makan dan minum selama hampir 14 jam. Selama waktu tersebut, sistem pencernaan sepenuhnya beristirahat dan tidak bekerja. Mengonsumsi makanan dalam jumlah besar langsung saat berbuka menyebabkan sistem pencernaan harus bekerja keras. Hal ini yang bisa memicu masalah pencernaan. Perut bisa menjadi tidak nyaman, kembung, mual, atau terasa perih jika Anda memaksakan makan berat langsung saat berbuka.
2. Meningkatkan gula darah dan insulin
Setelah Anda mengonsumsi makanan, tubuh akan mulai memecah makanan menjadi energi. Hal ini berarti jumlah glukosa atau kadar gula di dalam tubuh akan meningkat. Jika Anda langsung makan berat setelah berbuka, kadar gula darah dan insulin di tubuh akan meningkat dengan cepat.
Peningkatan kadar gula darah bisa menyebabkan sakit kepala dan mual. Untuk menghindari hal ini, Anda bisa memulai buka puasa dengan makanan yang mudah untuk dicerna seperti sup, buah, dan sayur. Setelah tubuh sudah bisa menerima makanan tersebut, barulah Anda bisa makan seperti biasanya.
3. Menyebabkan kantuk
Makanan berat yang biasa dikonsumsi saat berbuka puasa adalah karbohidrat dan protein. Ketika nutrisi ini masuk ke dalam tubuh, perlu ada lebih banyak energi yang tubuh keluarkan untuk mencerna makanan. Hal ini yang bisa membuat seseorang lebih mudah mengantuk. Makanan tertentu juga mengandung asam amino bernama triptofan yang bisa mendorong produksi serotonin sehingga berdampak pada rasa kantuk.
Anjuran buka puasa yang baik adalah seharusnya Anda mengonsumsi makanan ringan atau takjil terlebih dulu dalam jumlah yang moderat. Hal ini tidak hanya baik untuk kesehatan, tetapi juga bagus untuk membangun kebiasaan makan yang baik.
Setelah Anda mengonsumsi makanan ringan yang sehat, Anda bisa mengonsumsi makanan berat 30 menit kemudian. Pilihan lain yang bisa Anda lakukan adalah makan setelah ibadah shalat tarawih dan dua jam sebelum tidur. Salam sehat!
