Wajib Anda Tahu, Ini Gejala Keracunan Obat yang Harus Diwaspadai!
KFTD - Keracunan dapat dialami oleh siapa saja. Umumnya, kita banyak menjumpai orang dengan keluhan keracunan makanan. Namun, tak hanya makanan saja yang dapat menyebabkan keracunan, karena obat-obatan pun juga bisa menimbulkan keracunan apabila terdapat kesalahan dalam penggunaan obat-obatan, atau obat dikonsumsi bersama makanan atau minuman yang mengandung senyawa tertentu..
Layaknya keracunan makanan, keracunan obat juga menimbulkan sejumlah gejala pada orang yang mengalaminya. Keracunan obat harus segera ditangani, karena apabila penanganannya terlambat dapat menyebabkan kematian.
Apa saja gejala keracunan obat yang wajib diwaspadai? Simak penjelasannya melalui artikel ini, yuk!
1. Mengalami masalah pencernaan
Pertama-tama, orang yang mengalami keracunan obat akan mengalami masalah pada pencernaannya. Ini terjadi sebagai reaksi dari keracunan obat yang dialaminya. Hindari memberikan pengidap makanan maupun minuman apapun yang diduga bisa membantu menetralisir racun.
2. Detak jantung lebih cepat
Seseorang yang mengalami keracunan obat akan merasakan detak jantung yang lebih cepat. Segera lakukan pengecekan pada denyut nadi, saluran napas, dan pola napas. Apabila pengidap tidak memberikan respons saat dipanggil, denyut nadi dan jantung tidak terasa, kamu bisa melakukan resusitasi jantung dengan menekan bagian dada dan memberikan napas buatan.
3. Mual dan muntah
Tak hanya itu, seseorang yang mengalami keracunan obat akan mengalami mual dan muntah sebagai reaksi dari keracunan obat tersebut. Hindari meminta pengidap untuk muntah atau membiarkannya muntah, kecuali apabila petugas kesehatan memang menganjurkan demikian. Apabila pengidap muntah, kamu bisa segera membungkus tangan dengan menggunakan kain. Selanjutnya, bantu pengidap dengan membersihkan jalan napas, mulut, dan tenggorokan dari sisa muntahan.
4. Mengalami penurunan kesadaran
Jika keracunan obat yang dialami tergolong dalam kategori sedang hingga berat, umumnya seseorang akan mengalami penurunan hingga kehilangan kesadaran. Apabila pengidap kehilangan kesadaran, hindari memberikan atau memasukkan apapun ke dalam mulutnya.
Seseorang yang mengalami keracunan obat jenis opioid akan menunjukkan gejala klinis. Contohnya seperti nafas yang menjadi lebih lambat, tubuh lemas, mual, dan muntah. Selain itu, gejala lainnya termasuk kurang kewaspadaan, pupil mata tampak mengecil, dan detak jantung berubah.
Sedangkan seseorang yang mengalami keracunan obat jenis paracetamol dapat menunjukkan gejala seperti mual, muntah, sakit perut, dan kejang. Jika tidak segera ditangani, pengidap dapat mengalami kerusakan organ hati hingga hilang kesadaran atau koma.
Penulis: Dhesta Alfianti
