Langkah "Evakuasi" Vaksin Saat Mati Listrik

KFTD – Apa yang harus dilakukan ketika terjadi mati listrik di ruangan penyimpanan vaksin? Anda penasaran bukan, bagaimana vaksin tetap terjaga kualitasnya meski sempat mengalami kendala teknis.

Aturan penanganan mati listrik di ruang penyimpanan vaksin telah diatur dalam Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI No 6 Tahun 2020 Tentang Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB).

Apa langkah yang harus dilakukan saat terjadi mati listrik di penyimpanan vaksin?


Hidupkan generator! Setiap pabrik memiliki generator listrik sebagai cadangan energi listrik jika sewaktu-waktu terjadi mati listrik. Generator listrik adalah perangkat yang mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. 

Sebenarnya, generator tidak menciptakan energi listrik, melainkan hanya menggunakan energi mekanis yang dipasok untuk mengerakkan muatan listrik. Menggunakan energi listrik inilah ruang pendingin akan tetap terjaga.

Bagaimana jika generator tidaak berfungsi?


Langkah pertama yang harus diperhatiakan adalah jangan membuka pintu ruang penyimpanan dingin. Ini dapat menyebabkan ruang penyimpanan lebih cepat terkena suhu ruang. Akibatnya, vaksin bisa jadi rusak.

Langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah memeriksa suhu di ruang penyimpanan melalui termometer. Pastikan suhu ruang penyimpanan sesuai dengan standar kuantitatif yang telah ditetapkan.

Untuk suhu chiller/cold room suhu di termometer harus menunjukkan angka 2-8° C. Sedangkan untuk freezer/freezer room di angka >-15° C.

Pantau terus suhu ruang penyimpanan sampai sumber listrik bisa kembali pulih. Jangan sampai ada vaksin yang rusak ya!

Bagaimana jika suhu ruang penyimpanan mulai naik?



Jika ditemukan freezer/freezer room yang suhunya mendekati -15°C maka gunakan cold pack atau dry ice. Cold pack berbentuk seperti kompres yang berfungsi menjaga suhu agar tetap dingin. 

Sedangkan dry ice merupakan gas karbon dioksida (CO2) yang dipadatkan. Jenis es yang juga dikenal dengan sebutan es kering atau biang es ini memiliki suhu yang sangat dingin, yaitu sekitar -78°C.  

Selanjutnya, jika suhu chiller/cold room mendekati +8° C, maka gunakan cool pack secukupnya. Cool Pack merupakan larutan yang dapat dibekukan menjadi es. Lempengan cool pack bisa mempertahankan suhu penyimpanan dingin.

Jika keadaan ini berlangsung lebih dari 1 hari, maka vaksin harus dievakuasi ke tempat penyimpanan yang sesuai dengan persyaratan.

Bagaimana dengan KFTD?

PT Kimia Farma Trading & Distribution (KFTD) merupakan Pedagang Besar Farmasi (PBF) yang menjual produk salah satunya adalah vaksin. Distribusi dan penyimpanan di gudang KFTD telah tersertifikasi CDOB.

Sehingga jika pun terjadi kendala teknis seperti  mati listrik, kami akan melakukan langkah-langkah di atas sebagai komitmen menjaga mutu produk.


Content Writer: Rida Ayu Nabila K
Graphic Design: Ayuni Widya K