Program Vaksin Gotong Royong, untuk Siapa?
KFTD – Sebagai upaya mempercepat target vaksinasi di Indonesia, pemerintah mendukung pelaksanaan Program Vaksinasi Gotong Royong (VGR). Pemerintah pun menggandeng PT Bio Fama untuk pengadaan vaksinnya yang berjenis Sinopharm.
Lantas, siapa saja sih yang berhak mengikuti VGR?
Sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 10 Tahun 2021, tentang pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19, yang bisa mendapatkan VGR antara lain :
1. Karyawan/karyawati, keluarga dan individu lain terkait dalam keluarga dari suatu badan hukum/badan usaha merupakan sasaran penerima vaksinasi gotong royong. Individu lain terkait dalam keluarga merupakan individu yang tinggal bersama atau bekerja dengan keluarga yang bersangkutan.
2. Masyarakat disekitar lokasi kegiatan badan hukum / badan usaha sebagai bagian dari tanggung jawab sosial sebagai sasaran penerima vaksinasi gotong royong.
3. Warga Negara Asing yang merupakan karyawan / karyawati dari suatu badan hukum / badan usaha dapat ikut serta sebagai sasaran penerima vaksinasi gotong royong.
Apakah perusahaan dengan skala pegawai kecil bisa mengikuti VGR?
Mengutip Instagram PT Kimia Farma Tbk (@kimiafarma.ind), Program VGR boleh dipesan oleh perusahaan dengan jumlah karyawan berapa pun, minimal 2 orang. Jadi asalkan pendaftaran berasal dari perusahaan berbadan hukum atau tidak individual, maka tetap berhak mendapatkan VGR.
Apa vaksin yang digunakan pada VGR?
Program VGR tidak menggunakan produk vaksin yang digunakan pemerintah, seperti Sinovac atau AstraZeneca. Namun VGR menggunakan vaksin Sinopharm yang disediakan oleh PT Bio Farma.
Vaksin Covid-19 buatan Sinopharm telah dinyatakan aman oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan mendapatkan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
BPOM sendiri telah menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) vaksin Sinopharm pada 29 April 2021 lalu.
Kelebihan Vaksin Sinopharm dalam VGR
Sinopharm telah diuji klinik fase 3 di Uni Eminat Arab dan beberapa negara lain dengan 42 ribu subjek. Hasilnya, efikasi vaksin sinopharm sebesar 78,02 persen.
Selain itu, secara umum keamanan vaksin ini dapat ditoleransi dengan baik dan frekuensi kejadian masing-masing efek samping adalah 0,01% (terkategori sangat jarang), serta pada usia di atas 60 tahun tidak ada laporan efek samping lokal grade 3.
Pendistribusian Vaksin
Program VGR didukung oleh PT Kimia Farma Trading & Distribution (KFTD) sebagai perusahaan yang mendistribusikan vaksin sampai ke tangan konsumen.
Proses distribusi VGR menggunakan standar cold chain product dan telah sesuai dengan aturan sertifikasi Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB)
Content Writer: Rida Ayu Nabila K
