Serupa Tapi Tak Sama, Apa Bedanya CDOB dan CPOB?
KFTD – Dalam ranah kefarmasian, ada sejumlah sertifikasi yang harus dipenuhi agar dipercaya konsumen. Diantaranya adalah sertifikasi Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) dan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB).
Penyebutan CDOB dan CPOB memang hampir mirip. Namun, Anda harus tahu bahwa keduanya memiliki fungsi yang berbeda di dunia farmasi.
1. CDOB
CDOB adalah cara distribusi/penyaluran obat dan/atau bahan obat yang bertujuan memastikan mutu sepanjang jalur distribusi/penyaluran sesuai persyaratan dan tujuan penggunaannya.
Dokumen tersebut menandakan bahwa PBF telah memenuhi persyaratan CDOB dalam mendistribusikan obat atau bahan obat dalam pelaksanaannya.
Sertifikasi ini digunakan untuk mempertahankan konsistensi mutu obat yang diproduksi oleh Industri Farmasi sepanjang jalur distribusinya sampai ke tangan konsumen, sesuai dengan tujuan penggunaannya.
CDOB tidak hanya dikantongi PBF, namun juga harus dikantongi instalasi farmasi, apotek, rumah sakit, toko obat, dan lain-lain. Ini supaya penjual obat memiliki branding yang terpercaya.
Sejumlah aspek yang menjadi dasar penilaian sertifikasi CDOB adalah manajemen mutu, manajemen personalia, bangunan, peralatan, operasional, dan inspeksi diri.
2. CPOB
CPOB adalah tata cara pembuatan obat yang baik agar industri farmasi dapat menghasilkan produk yang berkhasiat, aman, dan bermutu. Dengan kata lain agar produk sesuai dengan standar yang sudah diterapkan.
CPOB tidak hanya digunakan untuk mengatur aspek produksi saja, namun juga sebagai tolok ukur pengendalian mutu obat.
Selain itu, CPOB juga ditujukan untuk menjamin obat dibuat secara konsisten, memenuhi persyaratan yang ditetapkan dan sesuai dengan tujuan penggunaannya.
Untuk mendapatkan sertifikasi CPOB, ada sejumlah dokumen yang harus dilengkapi suatu perusahaan. Yakni denah bangunan dan Konsep Desain Sistem Tata Udara (KDSTU), daftar alat produksi, daftar laboratorium, dan daftar nomor serta judul prosedur tetap produksi.
Tak cuma itu, perusahaan juga harus melengkapi dokumen berupa ringkasan laporan kualifikasi sarana penunjang kritis, alur atau bagan proses produksi, panduan mutu, proses bisnis, hingga surat pernyataan mutu dari apoteker penanggungjawab.
KFTD punya yang mana?
PT Kimia Farma Trading and Distribution (KFTD) sebagai peusahaan layanan distribusi dan perdagangan telah memenuhi kualifikasi sertifikasi CDOB.
Seluruh cabang KFTD telah memperoleh dan memahami sertifikat CDOB untuk mengurangi terjadinya opportunity loss. Ada lebih dari 5000 SKU produk di KFTD yang tersertifikasi.
Content Writer: Rida Ayu Nabila K
Graphic Design: Ayuni Widya K
