Yuk, Ketahui 5 Manfaat Matcha untuk Kesehatan!

KFTD - Sobat KFTD, seberapa seringkah Anda menemukan menu minuman berbahan dasar matcha jika sedang pergi ke kedai kopi, restoran, cafe, atau tempat-tempat lainnya?

Ya, seperti yang kita tahu, matcha begitu digemari oleh berbagai kalangan, khususnya kalangan anak-anak muda. Rasanya yang khas membuat minuman dengan rasa ini banyak digemari. 

Namun, tahukah Anda bahwa ternyata selain nikmat, matcha juga memiliki sederet manfaat yang baik untuk kesehatan? Melalui artikel ini, mari kita bahas selengkapnya!


Mampu melawan radikal bebas

Matcha dikenal mampu melawan radikal bebas karena jumlah kandungan katekinnya yang terbilang tinggi apabila dibandingkan dengan jenis teh hijau lain. Tak tanggung-tanggung, jumlah katekin dalam matcha mencapai 137 kali lebih tinggi dibanding jenis teh hijau lain! Oleh karenanya, matcha mampu menangkal radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh, memperkuat imunitas, serta menjaga tubuh agar terhindar dari penyakit.

Menurunkan risiko kanker

Selain mampu menangkal radikal bebas, kandungan katekin yang terkandung dalam matcha juga mampu membantu menurunkan risiko kanker. Kandungan katekin bekerja menjaga sel-sel dalam tubuh dari kerusakan. 

Membantu menjaga kesehatan hati

Pada sebuah penelitian yang dilakukan pada tikus yang mengidap diabetes selama 16 minggu, telah terbuktikan bahwa matcha bisa mencegah kerusakan hati dan ginjal. Sementara itu, riset lain menunjukkan bahwa matcha bisa mengurangi kadar enzim dalam hati 80 pengidap penyakit hati berlemak non alkohol.

Meningkatkan kemampuan kognitif

Selain memiliki kandungan katekin yang tinggi, matcha juga mengandung antioksidan dan asam amino L-theanine, yang bermanfaat untuk meningkatkan konsentrasi serta kemampuan kognitif.  

Menurunkan risiko diabetes tipe 2

Rutin mengonsumsi matcha juga disebut-sebut bisa menjaga berat badan ideal, mengontrol tekanan darah sistolik, serta indeks massa tubuh. Hal ini secara tidak langsung dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2. Dengan catatan, matcha yang dikonsumsi tidak diberi tambahan gula berlebih, krim, atau susu yang tinggi lemak. 



Penulis: Dhesta Alfianti