5 Kesalahan yang Bikin Usaha Apotek Bangkrut
KFTD – Sudah mengeluarkan modal besar untuk usaha apotek, namun omset masih kurang atau bahkan tercium bau kebangkrutan? Wah, berarti ada yang salah nih dengan manajemen bisnis Anda.
Manajemen bisnis apotek sama dengan bisnis lain, harus memperhatikan kualitas dari hulu hingga hilir. Di bawah ini adalah kesalahan yang bisa bikin usaha Apotek Anda gulung tikar, check this out!
1. Tidak memisahkan laba
Laba usaha tidak boleh hanya berputar dalam siklus, namun juga harus digunakan untuk pengembangan bisnis. Jangan sampai Anda terlena dengan laba yang besar tanpa memikirkan pengembangan bisnis ke depan.
Triknya, sisihkan laba bersih 50 persen untuk pembukaan cabang apotek baru di suatu daerah. Dengan begitu, bisnis apotek Anda akan memiliki jangkauan yang luas.
2. Tidak mendahulukan produk high profit
Produk high profit merupakan barang atau obat yang menunjukkan angka penjualan tinggi dan cepat menghasilkan keuntungan yang tinggi.
Biasanya, produk farmasi dalam kategori ini dibeli masyarakat secara rutin. Misalnya, vitamin, suplemen, sampai dengan produk herbal.
Jika Anda ingin omset ter-cover, bersiaplah untuk menambah stok produk ini. Karena Anda harus menjual kebutuhan sehari-hari masyarakat, agar pelanggan datang kembali secara rutin.
3. Tidak bekerjasama dengan layanan kesehatan
Penyedia layanan kesehatan sudah pasti akan membutuhkan produk farmasi. Anda akan melewatkan banyak kesempatan meraih untung jika mengabaikan hal ini.
Cobalah untuk menggandeng kerja sama dengan klinik, rumah sakit, atau puskesmas. Baik produk high profit maupun kebutuhan medis pasti laku keras.
Selain menaikkan omset, trik ini akan membantu Anda memilih produk apa yang perlu disediakan di gudang dan selalu dipesan.
4. Kontrol kualitas produk rendah
Awas terlena dengan produk high profit! Jangan sampai ketika barang tertentu laku keras, barang yang lain justru diabaikan. Ini termasuk tindakan kontrol kualitas yang rendah.
Selalu perhatikan seluruh barang Anda. Mulai dari kemasan, tanggal kedaluwarsa, stok, sampai dengan penyimpanannya.
5. Tidak cermat memilih distributor
Pemilihan distributor atau Pedagang Besar Farmasi (PBF) sangat mempengaruhi bagaimana omset tercapai. Pilihlah PBF yang memiliki riwayat terpercaya dan tersertifikasi.
Jangan lupa juga untuk memastikan produknya berkualitas, demi menjaga loyalitas konsumen apotek. Serta pertimbangkan harganya untuk mengkalkulasikan harga jual dan keuntungan.
Salah satu PBF yang terpercaya dan punya produk berkualitas adalah PT Kimia Farma Trading & Distribution (KFTD). Perusahaan pelayanan distribusi dan perdagangan ini sudah memiliki 48 cabang di Indonesia yang memudahkan pelanggan.
Content Writer: Rida Ayu Nabila K
