6 Trik Jitu Bikin Omset Usaha Apotek Melesat
KFTD – Manajemen bisnis apotek atau toko obat, hampir sama dengan usaha lain. Dibutuhkan manajemen pengelolaan proses distribusi dan penjualan yang terstruktur untuk mencapai hasil maksimal.
Omset atau pendapatan kotor menjadi parameter keberhasilan manajemen bisnis yang sedang dijalankan. Lantas dalam membuka usaha apotek, apa saja yang perlu dilakukan agar omset terus melesat.
1. Fokus pada produk high profit
Produk high profit merupakan barang atau obat yang menunjukkan angka penjualan tinggi dan cepat menghasilkan keuntungan yang tinggi.
Biasanya, produk farmasi dalam kategori ini dibeli masyarakat secara rutin. Misalnya, vitamin, suplemen, sampai dengan produk herbal.
2. Pengelolaan laba usaha

Laba usaha tidak boleh hanya berputar dalam siklus, namun juga harus digunakan untuk pengembangan bisnis.
Triknya, sisihkan laba bersih 50 persen untuk pembukaan cabang apotek baru di suatu daerah. Dengan begitu, bisnis apotek Anda akan memiliki jangkauan yang luas.
3. Kerjasama dengan penyedia layanan kesehatan
Penyedia layanan kesehatan sudah pasti akan membutuhkan produk farmasi. Cobalah untuk menggandeng kerja sama dengan klinik, rumah sakit, atau puskesmas.
Selain menaikkan omset, trik ini akan membantu Anda memilih produk apa yang perlu disediakan di gudang dan selalu dipesan.
4. Lakukan break-even analyst
Break-even point (BEP) adalah suatu titik dimana bisnis apotek Anda telah mencapai kesetimbangan antara modal yang telah dikeluarkan dengan keuntungan yang didapatkan.
Sebagai pemilik apotek Anda harus menetapkan target durasi yang diperlukan untuk mencapai BEP, sehingga target penjualan, margin dan pengeluaran biaya tetap dapat direncanakan dengan baik.
5. Pelatihan marketing pada pegawai apotek

Apotek adalah orang yang berhadapan langsung dengan pasien saat pengambilan obat. Oleh karena itu, apoteker harus aktif berkomunikasi untuk menggaet konsumen yang loyal.
Apoteker tidak hanya dapat menjelaskan kegunaan dan efek samping obat. Namun juga bisa menawarkan vitamin dan suplemen penunjang kebugaran atau kesembuhan konsumen.
6. Pilih PBF berkualitas dan harga bersaing
Pemilihan distributor atau Pedagang Besar Farmasi (PBF) sangat mempengaruhi bagaimana omset tercapai. Pilihlah PBF yang memiliki riwayat terpercaya dan tersertifikasi.
Jangan lupa juga untuk memastikan produknya berkualitas, demi menjaga loyalitas konsumen apotek. Serta pertimbangkan harganya untuk mengkalkulasikannya dengan harga jual dan keuntungan.
Salah satu PBF yang terpercaya dan punya produk berkualitas adalah PT Kimia Farma Trading & Distribution (KFTD) Perusahaan pelayanan distribusi dan perdagangan ini sudah memiliki 48 di Indonesia yang memudahkan pelanggan.
Content Writer: Rida Ayu Nabila K
Graphic Design: Ayuni Widya K
