Awas, Ini Dampak Buruk Terlalu Sering Memakai High Heels pada Wanita!
KFTD - Ladies, apakah Anda termasuk dalam golongan orang yang suka memakai sepatu hak tinggi atau high heels?
Sepatu jenis ini sejak dulu banyak digemari oleh kaum wanita, karena dapat menunjang penampilan serta meningkatkan rasa percaya diri. Namun, ternyata sepatu jenis ini juga dapat menimbulkan efek negatif bagi kesehatan, terlebih jika Anda terlalu sering menggunakannya.
Apa saja dampak buruk terlalu sering menggunakan sepatu hak tinggi atau high heels bagi wanita? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!
1. Cedera otot
Sepatu hak tinggi berpotensi menimbulkan cedera otot pada para pemakainya. Ini dapat terjadi karena ketidakseimbangan pada tubuh ketika berjalan menggunakan sepatu hak tinggi, sehingga Anda lebih rentan terjatuh dan dapat menimbulkan cedera otot pasca jatuh.
2. Nyeri pada tumit
Nyeri pada tumit dan mata kaki pasca penggunaan sepatu hak tinggi menjadi keluhan paling umum yang dialami oleh para pengguna sepatu hak tinggi. Ini terjadi karena sepatu hak tinggi menimbulkan peningkatan tekanan pada kaki sehingga menimbulkan nyeri.
3. Postur tubuh bermasalah
Karena penggunaan sepatu hak tinggi yang terlalu sering, lambat laun Anda akan merasakan ketidakseimbangan pada tubuh ketika berjalan. Hal ini dapat menyebabkan tulang belakang menjadi tidak sejajar, dan jika terlalu lama akan menyebabkan gangguan pada postur tubuh.
4. Nyeri punggung
Masih berkaitan dengan gangguan postur tubuh, penggunaan sepatu hak tinggi yang terlalu sering juga dapat menyebabkan nyeri pada punggung khususnya pada punggung bagian bawah. Ini terjadi karena tubuh mengalami pergeseran titik tumpuan berat badan ketika menggunakan sepatu hak tinggi.
5. Gangguan saraf
Masih berkaitan juga dengan gangguan postur tubuh dan juga nyeri pada punggung, penggunaan sepatu hak tinggi yang terlalu sering juga dapat meningkatkan risiko saraf terjepit karena dapat mempengaruhi kesehatan pada tulang belakang. Tulang belakang dapat mengalami perubahan bentuk sehingga dapat menyebabkan saraf terjepit.
Penulis: Dhesta Alfianti
