Bisnis Farmasi Offline Vs Online, Lebih Untung Mana?

KFTD – Sudah punya niat memulai bisnis farmasi, tapi bingung memutuskan bikin toko offline atau online? Sebelum memilih, Anda sebaiknya mempelajari kekurangan dan kelebihan berjualan di toko offline maupun online.

Berikut rangkuman kelebihan dan kekurangan berbisnis di toko offline serta online, dilansir dari berbagai sumber.

1. Toko offline

Bisnis offline dijalankan seseorang dengan membuka toko secara fisik. Umumnya toko obat atau apotek didirikan di pusat bisnis atau di kawasan yang berdekatan dengan fasilitas umum dan perumahan warga.

Kelebihan toko offline

Dalam kacamata bisnis, membuka toko offline akan lebih efektif membangun kepercayaan pelanggan. Ini karena toko offline menyediakan barang dan fisik toko yang bisa disentuh secara langsung.

Barang yang dijual di toko bisa dipastikan langsung keadaan dan kualitasnya dengan tangan pelanggan. Sehingga pelanggan tidak akan ragu ketika membeli.

Kelebihan lainnya, membuka apotek atau toko alat kesehatan dengan sistem offline akan menciptakan komunikasi antar penjual dan pembeli yang lebih intens. Pelanggan pun secara psikis akan lebih mudah tertarik.

Selain itu, penjual juga bisa menarik perhatian pelanggan dengan penjelasan keunggulan produk yang menaraik dan persuasif. Pembeli juga akan lebih mudah merekomendasikan lebih banyak produk.

Kekurangan toko offline

Modal yang diperlukan untuk membuka toko tidaklah sedikit. Anda harus menyiapkan biaya sewa, biaya perbaikan, biaya izin, sampai dengan biaya stok barang. Jadi untuk pebisnis pemula, hal ini akan menjadi tantangan yang cukup berat.

Selain itu, pemasaran toko offline terbatas. Pelanggan yang datang secara langsung kebanyakan adalah warga di sekitar toko. Kecil kemungkinan pelanggan di seluruh Indonesia mengetahui keberaadaan toko offline Anda.

2. Dropshipper

Dropshipper adalah sistem memasarkan produk hanya dengan modal memasang foto produk di media sosial atau di e-commerce. Penjual tidak perlu membeli stok barang, sebab barang yang dipesan pelanggan akan langsung dikirim distributor dengan mengatasnamakan dropshipper.

Kelebihan Dropshipper

Menjadi dropshipper menjadi peluang yang tepat untuk pebisnis pemula. Penjual hanya membutuhkan gawai dan internet untuk memasarkan produk yang diinginkan. Produk yang dipasarkan pun jangkauannya akan lebih luas di internet.

Bisa dikatakan, sistem ini juga meminimalisir manajemen Anda dalam hal distribusi. Ini dikarenakan penjual hanya perlu meneruskan pesanan pelanggan ke distributor. Pengiriman pun adalah urusan distributor, bukan urusan penjual.

Kekurangan dropshipper

Membangun kepercayaan pelanggan ke toko online tidaklah mudah. Banyaknya toko yang ada di platform digital tidak menjamin seluruhnya memiliki kredibilitas.

Oleh sebab itu, mengawali bisnis di bidang farmasi dan alat kesehatan harus dimulai dengan membangun kredibilitas, salah satunya dengan cara memilih distributor terpercaya.

Anda yang ingin menjadi dropshipper bisa memanfaatkan Aplikasi Mediv. Produk di Mediv terpercaya karena didistribusikan oleh PT Kimia Farma Trading & Distribution (KFTD). So, tunggu apa lagi?

Content Writer Rida Ayu Nabila K