Ciri Atasan Toksik dan Trik Menghadapinya di Kantor
KFTD – Pernahkah Anda merasakan bekerja di bawah tekanan pemimpin toksik? Seperti apa sih ciri atasan toksik dan trik untuk menghadapinya?
Tanda bahwa atasan toksik
Beberapa tanda di bawah ini mungkin menunjukkan bahwa atasan Anda adalah orang yang toksik dan kerap membuat frustasi.
1. Tidak memberi umpan balik yang membangun
Beberapa orang bekerja tidak hanya sekadar untuk mencari uang. Ada sejumlah orang yang bekerja untuk menambah wawasan dan upgrade skill.
Namun apa jadinya jika segala pekerjaan Anda tidak mendapat umpan balik dari atasan? Tentunya Anda bingung kan?
2. Tidak mengakui pencapaian
Pernahkah Anda mengalami situasi dimana kebanyakan karyawan melihat hasil kerja Anda yang menakjubkan, namun atasan tidak memandang seperti itu?
Segala usaha yang Anda lakukan dianggap biasa saja. Lebih parahnya lagi jika atasan Anda malah meremehkan ketika Anda menerima pujian dari orang lain.
3. Dituntut sempurna

Karakter atasan yang menuntut kesempurnaan tanpa menuntun akan membuat Anda takut salah setiap waktu.
Semua jenis kegagalan yang Anda lakukan selalu memberi kesan bahwa Anda tidak kompeten dan tidak mau tahu penyebabnya.
4. Tidak menganggap pekerjaan Anda serius
Jika Anda pernah dianggap memiliki peran tidak berharga dan atasan tidak peduli dengan yang Anda lakukan, maka atasanmu bisa jadi toksik banget!
Anda mungkin akan terus membuktikan bahwa pekerjaan Anda penting. Namun atasan yang toksik akan mengkotak-kotakkan jenis karyawan dengan pekerjaan yang dianggap penting dan tidak penting.
5. Disuruh berpikir sendiri
Atasan Anda selalu marah, frustasi hingga melempar balik pertanyaan yang Anda tanyakan? Ini merupakan tanda paling banyak yang dilakukan pimpinan toksik.
Atasan yang seperti ini selalu juga tidak punya waktu untuk bertanya langsung, bertemu, bahkan berbicara, kecuali ketika mereka membutuhkan sesuatu.
Trik menghadapi atasan toksik
Sejumlah kasus resign karyawan disebabkan oleh atasan yang toksik. Nah jika Anda masih ingin bertahan, ini trik menghadapi atasan yang toksik.
1. Fokus pada pekerjaan
Fokus saja pada pekerjaan yang Anda lakukan. Meskipun atasan ingin Anda selalu menurut dan membuat kesal, coba abaikan dan alihkan pikiran ke pekerjaan saja.
2. Pahami perilakunya

Dilansir dari Glints, atasan yang toksik sebenarnya adalah orang yang insecure dan manipulatif. Oleh karena itu Anda tidak boleh cepat emosi. Kurangi ego, namun jangan pasrah saat disalah-salahkan ya.
3. Cari dukungan
Cari dukungan dan saling berbagi keluh kesah dengan rekan kantor. Dengan begitu, rasa kesal Anda akan tercurahkan dan merasa menghadapi ‘perang’ bersama dengan ringan.
4. Konsultasikan dengan HRD
Jika sudah keterlaluan, sudah saatnya Anda melawan dengan melaporkannya ke human resource department (HRD). Supaya masalah bisa diselesaikan secara aturan perusahaan.
Content Writer: Rida Ayu Nabila K
Graphic Design: Ayuni Widya K
