Egg Freezing, Apa Manfaatnya dan Bagaimana Cara Kerjanya?

KFTD - Baru-baru ini, metode egg freezing ramai diperbincangkan setelah menjadi metode yang digunakan oleh salah satu artis papan atas di Indonesia. Diharapkan dengan melakukan metode ini, ia bisa tetap memiliki keturunan meski usianya sudah tidak lagi muda dan memungkinkan untuk memiliki keturunan.

Apa itu egg freezing serta bagaimana prosedur lengkapnya? Melalui artikel ini, yuk kita bahas bersama-sama!


Apa itu Egg Freezing?

Egg Freezing adalah prosedur pembekuan sel telur seorang wanita, yang mana sel telurnya diambil dari ovarium, dibekukan, dan disimpan untuk digunakan di masa depan. Sel telur yang dibekukan ini nantinya akan digunakan ketika wanita tersebut sudah siap untuk memiliki keturunan. Umumnya, metode ini digunakan untuk mereka yang menunda menikah dan memiliki keturunan untuk mempertahankan kesuburan mereka.


Bagaimana Cara Kerja Metode Egg Freezing?

Terdapat beberapa prosedur yang harus dilakukan ketika menjalani egg freezing, yaitu: 

1. Pemeriksaan Diri (Screening)

Sebelum menjalani prosedur pengambilan sel telur, seseorang harus menjalani pola hidup yang sehat, makan makanan yang bergizi.

2. Proses Perangsangan Ovarium

Selama menjalani proses egg freezing, seseorang akan diharuskan untuk meminum obat kesuburan yang bertujuan untuk dapat menghasilkan banyak sel telur ketika diambil nantinya. Nantinya, metode ini akan merangsang ovarium untuk menghasilkan banyak sel telur untuk diambil. 

3. Pengambilan Sel Telur 

Sel telur akan diambil dengan menggunakan jarum tipis. Dokter akan memasukkan jarum tipis tersebut pada folikel ovarium untuk mendapatkan sel telur yang telah matang. Namun jika sel telur tidak dapat diambil menggunakan jarum tipis, dokter akan melakukan tindakan operasi untuk mengangkat sel telur.

4. Pembekuan dan Penyimpanan Sel Telur

Sel telur dikultur dan di inkubator selama 2-4 jam . Selanjutnya, sel telur di-vitrifikasi dan disimpan sampai siap untuk digunakan. Dokter akan menyuntikkan larutan khusus ke dalam sel telur sebelum dibekukan untuk mengatasi kristal es rusak akibat sel-sel telur yang penuh dengan air. 


Peluang kehamilan yang dihasilkan dari metode ini berkisar antara 30 sampai 60 persen, tergantung pada usia seseorang ketika melakukan egg freezing. Semakin muda usia Anda, maka semakin baik kualitas sel telur yang dihasilkan.

Metode egg freezing seperti ini mungkin bisa menjadi opsi untuk Anda yang berencana menunda memiliki keturunan dan masih ingin memiliki keturunan di masa mendatang. Nantinya, jika sudah siap memiliki keturunan, sel telur ini akan dibuahi di laboratorium oleh sel sperma dari pasangannya. 




Penulis: Dhesta Alfianti