Hindari Jajan Sembarangan, Kenali Efek Samping Konsumsi Boraks

KFTD - Boraks merupakan bahan kimia yang digunakan untuk bahan pembersih dan campuran pembuatan gelas. Namun, bahan kimia tersebut sering disalahgunakan sebagai bahan pengenyal pada beberapa makanan, seperti bakso, mie, kerupuk dan pempek. Menurut data dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tahun 2018, terdapat 5% dari total sampel yang diuji mengandung boraks. 

US Food and Drug Administration (FDA) sudah melarang boraks sebagai bahan tambahan makanan, karena bahan tersebut tidak aman untuk dicerna. Mengonsumsi makanan yang mengandung boraks yang tinggi bisa menyebabkan beberapa efek samping buruk, antara lain sebagai berikut.


1. Masalah pencernaan

Konsumsi makanan mengandung boraks dalam jangka pendek dapat menyebabkan masalah pencernaan pada manusia, terlebih lagi anak-anak. Boraks juga bisa menyebabkan mual, muntah, dan diare pada orang yang mengonsumsinya.

2. Infertilitas

Mengonsumsi makanan tidak sehat yang mengandung boraks juga bisa menyebabkan masalah reproduksi, termasuk pada testis, janin yang sedang berkembang, dan juga kesuburan orang yang mengonsumsi makanan tersebut.

3. Gagal ginjal

Mengonsumsi makanan yang mengandung boraks dalam jumlah besar serta dalam jangka panjang dapat merusak ginjal dan menyebabkan gagal ginjal.

4. Kematian 

Boraks dalam jumlah tinggi juga bisa berakibat fatal dan menyebabkan kematian pada seseorang. Mengingat sejumlah efek samping bahan ini berbahaya bagi kesehatan, berhati-hatilah ketika membeli makanan atau jajan di luar. Beberapa ciri makanan yang mengandung boraks, yaitu umumnya teksturnya sangat kenyal, tidak mudah hancur, atau sangat renyah. 



Penulis: Dhesta Alfianti