Kenali dan Atasi Emosi Negatif Saat di Kantor

KFTD – Tak jarang suasana kantor menjadi penuh emosi negatif. Penyebabnya pun beragam, bisa karena bos yang toksik, teman satu tim yang tidak bisa diajak kerja sama hingga burnout.

Emosi negatif tidak mungkin tak terjadi sama sekali di dunia kerja. Oleh sebab itu, Anda perlu melakukan manajemen emosi. Mulailah untuk mengenali tanda emosi negatif dan cara mengatasinya ya.

Jenis emosi negatif


1. Frustasi

Seringkali bos toksik membuat frustasi dengan sikapnya  yang penuh “warna”. Misalnya sikapnya yang banyak kemauan atau bahkan hobi menyalahkan. Wajar kok, jika Anda mengalami frustasi.

2. Cemas

Takut nggak bisa mencapai target penjualan, was-was insight media sosial menurun, adalah contoh kecil dari rasa cemas. Kecemasan itu terkadang hanya pikiran negatif Anda yang belum tentu terjadi.

3. Marah


Saat hasil yang Anda dapat tidak sesuai dengan harapan, emosi yang pertama muncul biasanya adalah marah. Marah itu manusiawi lho, namun harus tetap Anda kontrol supaya tidak menimbulkan masalah lain.

4. Tidak suka sesuatu

Rasa tidak suka pada suatu hal biasanya muncul saat terjadi perbedaan pendapat. Apalagi jika hal yang  tidak kamu sukai itu bisa mengancam reputasimu.

5. Kecewa

Rasa kecewa bisa saja mengkambing hitamkan orang lain maupun diri sendiri. Rasa tidak puas itulah yang membuat Anda kecewa dan itu hal yang wajar.

Cara mengatasi emosi negatif


1. Kendalikan diri

Percayalah bahwa yang bisa mengendalikan emosi Anda adalah diri Anda sendiri. Saat marah, lebih baik diam terlebih dahulu 30 menit dan menarik napas. Berpikirlah positif ya, hilangkan pikiran-pikiran negatif Anda.

2. Cari solusi

Daripada larut dalam emosi negatif, lebih baik alihkan emosi dengan mencari solusi. Ingat, segala sesuatu pasti ada jalan keluarnya kok.

3. Alihkan Pikiran


Makan makanan favorit, belanja online, dan kegiatan menyenangkan yang lain bisa Anda jadikan pelampiasan untuk mengalihkan pikiran. Pastikan hal tersebut memang hal yang Anda sukai agar pikiran lebih rileks dan perasaan menjadi senang.

4. Atur waktu bicara

Berbicara saat marah bisa menjadi boomerang yang bisa menyerang sewaktu-waktu. Kendalikan diri Anda, jangan banyak bicara saat marah karena bisa membuat keputusan yang tidak tepat. Bisa jadi juga perkataan Anda yang penuh emosi akan menyakiti orang lain.

5. Tahan kritik

Dikritik memang menyebalkan, namun belajarlah untuk menerima kritikan. Tanamkan pada pikiran bahwa kritikan adalah sesuatu yang menunjukkan bahwa orang-orang disekitarmu sedang menilai pencapaian Anda.


Content Writer: Rida Ayu Nabila K