Libur Lebaran Akan Usai! Cegah Lonjakan Arus Balik dengan Cara Ini!

KFTD - Tak terasa, libur lebaran kini hampir usai. Ini berarti sudah waktunya untuk kembali ke daerah perantauan. 

Tidak hanya mudik, untuk menghadapi arus balik lebaran penting kiranya untuk mengetahui tips-tips yang bisa memudahkan kita untuk kembali ke daerah perantauan. Simak infonya melalui artikel ini, yuk!


1. Tetapkan tanggal balik mudik

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mempertimbangkan serta menetapkan tanggal yang akan dipilih untuk balik mudik. Ini bertujuan agar memudahkan mobilitas kita selama balik, karena tentu kita tidak ingin bermacet-macetan di jalan karena salah memilih tanggal balik.


2. Siapkan kebutuhan pokok seperlunya

Kita juga perlu menyediakan kebutuhan pokok, seperti obat-obatan, makanan, minuman, serta uang tunai secukupnya. Karena perjalanan arus balik lebaran memang memakan waktu yang panjang, maka tak jarang kita akan merasa lapar, haus, dan cenderung rentan tersulut emosi jika ada sesuatu tak terduga saat arus balik lebaran.


3. Upayakan gadget selalu standby

Upayakan gadget kita harus selalu standby, agar perjalanan mudik kita menjadi lebih mudah. Ini bisa bertujuan untuk mengadukan keluhan atau komplain jika kita menggunakan kendaraan umum, selain itu keberadaan gadget juga sangat membantu dalam banyak hal, contohnya pelacakan GPS, cek info terkini seputar mudik. dan seterusnya.


4. Hindari membawa terlalu banyak barang

Membawa banyak bawaan barang hanya akan menghambat mobilitas kita saat melakukan perjalanan, apalagi jika kita menggunakan angkutan umum seperti pesawat, kereta api, kapal, atau bus. Bawalah barang-barang seperlunya saja dan tidak perlu terlalu banyak.


5. Jaga barang bawaan

Masih berkaitan dengan poin 4, bahwa membawa banyak bawaan barang juga akan menghambat kita dalam melakukan pengawasan terhadap barang-barang pribadi kita. Jaga selalu barang bawaan kita karena umumnya tingkat kriminalitas di Indonesia cenderung meningkat saat musim mudik dan juga arus balik seperti sekarang ini.


Penulis: Dhesta Alfianti