Waspada Mitos Tentang Vitamin C, Cek Faktanya di Sini

KFTD – Vitamin C tak luput dari sorotan sejak diburu masyarakat pada masa pandemi. Beberapa mitos vitamin C pun muncul. Nah, Anda perlu tahu nih penjelasan medis dari mitos-mitos yang beredar.

Beberapa mitos vitamin C yang beredar selama pandemi, cek faktanya yuk! 


1. Mengobati Flu

Kabar vitamin C dapat mengobati tidaklah benar. Tahukah Anda bahwa nutrisi dalam vitamin C hanya meningkatkan kekebalan tubuh, supaya tidak mudah terserang flu.

Namun yang perlu dicatat, imun tidak bisa hanya diperoleh dari konsumsi vitamin C. Tubuh harus diimbangi dengan pola makan sehat dan selalu aktivitas bergerak.

Melansir dari Kompas, pada tahun 2013 peneliti menemukan bahwa vitamin C dapat mengurangi risiko flu pada orang-orang tertentu. Seperti para pelari marathon, pemain ski, hingga tantara.

2. Mencegah Covid-19

Vitamin C memang dapat membantu meningkatkan imun tubuh untuk melawan infeksi virus covid-19. Kendati demikian,  minum vitamin C saja tidak cukup untuk membangun kekebalan tubuh.

Sehingga, mengonsumsi vitamin C pada masa pandemi adalah salah satu tindakan pencegahan saja untuk mengurangi risiko terinfeksi virus.

Jangan lupa untuk menjaga gaya hidup dan menerapkan 5 M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas) Yang dicanangkan pemerintah.

3. Mencegah Penyakit Jantung

Para peneliti banyak berharap kandungan antioksidan seperti vitamin C, E  dan beta-karoten dapat mengurangi penumpukan plak penyumbatan arteri penyebab sakit jantung.

Sayangnya, hal tersebut tidaklah benar. Bahkan American Heart Association merekomendasikan konsumsi makanan variasi buah, sayur, dan biji-bijian untuk mencegah penyakit jantung.

4. Menurunkan Berat Badan

Anggapan ini tak sepenuhnya benar atau salah. Faktanya, vitamin C  memang dibutuhkan untuk proses pembakaran lemak.

Orang dengan asupan vitamin C yang cukup akan lebih cepat membakar lemak saat olahraga. Sebab, kadar vitamin C berbanding terbalik dengan indeks massa tubuh.

5. Vitamin C yang Bagus Hanya dari Jeruk

Jeruk bukan satu-satunya sumber vitamin C  yang baik. Selain jeruk, ada buah lain seperti stroberi, brokoli, kiwi, nanas, hingga melon.

Bahkan paprika ternyata juga memiliki kandungan vitamin C yang baik. Sebab mengandung 200-200 miligram vitamin C

Ayo Konsumsi Vitamin C Sesuai Kebutuhan!

Seperti nutrisi tubuh lainnya, vitamin C juga perlu dikonsumsi rutin. Eits, konsumsi sewajarnya saja ya sesuai dosis yang dianjurkan Kemenkes RI.

Anda bisa membeli kebutuhan vitamin C melalui Aplikasi Mediv untuk membeli dalam jumlah satuan. Bisa juga membeli dalam jumlah banyak untuk kebutuhan outlet atau penjualan dengan menghubungi Kantor Cabang KFTD.

Content Writer: Rida Ayu Nabila
Graphic Design: Ayuni Widya K