Benarkah Memberikan Kopi Pada Anak Bisa Cegah dan Atasi Kejang?
KFTD - Sebagian orang tua zaman dahulu percaya bahwa memberikan 1–2 sendok teh kopi dapat membantu mencegah atau mengobati kejang pada anak ketika demam. Hal ini kemudian menjadi tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Di zaman modern seperti sekarang ini pun masih banyak orang tua yang memberikan kopi sebagai obat kejang pada anak mereka.
Lantas, bagaimana medis memandang kebiasaan tersebut? Apakah benar kopi dapat dijadikan sebagai ‘obat’ kejang pada anak? Atau, penggunaannya justru berpotensi mengancam keselamatan anak? Yuk, kita bahas selengkapnya!
Benarkah memberi kopi pada anak bisa cegah kejang?
Beberapa orang tua yakin, memberikan kopi ke anak bisa mencegah terjadinya kejang. Nyatanya, kopi tidak ada hubungannya dengan pencegahan kejang. Anak tidak perlu kopi untuk mencegah terjadinya kejang. Justru kopi menjadi minuman yang tidak diperlukan karena mengandung kafein yang bisa mengganggu penyerapan nutrisi dalam tubuh.
Lalu, bagaimana cara mengatasi kejang pada anak dengan tepat?
Jika anak mengalami kejang, pastikan bahwa Anda tetap tenang dan tidak panik. Kendorkan pakaian yang ketat, terutama di sekitar leher. Jika anak tidak sadar, posisikan ia terlentang dengan kepala miring ke samping agar bila muntah tidak tersedak. Jangan berusaha menghentikan kejang dengan menahan tubuh anak. Bersihkan muntahan atau lendir bila ada di mulut atau hidung
Jangan memasukkan apapun ke dalam mulut anak, baik cairan, makanan, sendok, jari, atau lainnya. Risiko lidah tergigit memang ada, tapi mencoba memasukkan sesuatu ke mulut berisiko lebih buruk. Observasi bentuk kejangnya dan perhatikan berapa lama. Tetap bersama anak selama kejang. Bila sudah pernah dilatih oleh dokter, orangtua dapat memberikan obat diazepam melalui anus. Segera bawa ke dokter atau rumah sakit bila kejang berlangsung lebih dari 5 menit.
Memberikan kopi untuk anak kejang hanyalah mitos menyesatkan. Bukannya menyembuhkan, tindakan tersebut malah membuat anak dalam bahaya. Awas, jangan sampai Anda terjebak dengan mitos menyesatkan lainnya. Salam sehat!
