Gangguan Mental Korban Perselingkuhan dan Cara Mengatasinya

KFTD – Pernah diselingkuhi saat berada di puncak rasa sayang-sayangnya? Tentu hal ini akan menimbulkan perasaan sedih, terkejut, hingga marah.

Ya, menjadi korban perselingkuhan memang tidak menyenangkan. Bahkan pada kasus tertentu, hal ini bisa menimbulkan dampak buruk pada kesehatan mental korban.

Gangguan mental korban perselingkuhan yang sering terjadi

1. Emosi tidak stabil

Pasca diselingkuhi, korban akan terganggu dengan banyak pikiran terutama terkait dengan kenangan bersama kekasihnya.

Hal tersebut yang membuat emosi menjadi tidak stabil, mati rasa, dan menyalahkan diri sendiri. Pada kondisi emosi yang sangat tinggi, bahkan korban bisa berpikir untuk membalas dendam.

2. Merasa tidak berharga


Ketika pasangan yang dicintai lebih memilih orang lain, maka korban perselingkuhan akan merasa tidak berharga.

Korban akan merasa tidak bisa memenuhi keinginan dan ekspetasi pasangannya. Padahal belum tentu pasangan meninggalkan karena hal tersebut.

3. Gangguan kecemasan

Sejumlah korban perselingkuhan kerap menderita rasa malu akibat pasangannya berselingkuh. Akhirnya timbul rasa cemas karena ketakutan akan penilaian orang lain.

Bahkan jika perselingkuhan membawa dampak lain, seperti harta dan anak, maka korban bisa sangat cemas hingga mengalami depresi yang parah.

4. Masalah nafsu makan

Nafsu makan seseorang saat stres bisa semakin menurun atau malah semakin meningkat. Namun baik meningkat atau menurun sama-sama tidak baik untuk kesehatan.

Kurang makan akan menimbulkan tubuh kurang nutrisi. Sementara banyak makan, bisa menimbulkan sakit perut hingga mual.

5. Penggunaan obat terlarang


Tidak semua kuat dan bisa menahan rasa cemas dan sakit batin akibat. Jika rasa sakit tak tertahankan, bukan tidak mungkin korban akan mengonsumsi obat-obatan terlarang untuk meringankan sakitnya.

Namun pada orang lain, bisa jadi yang muncul malah keinginan bunuh diri dan menyakiti tubuh sendiri.

Cara mengatasi rasa kecemasan

  • Menerima rasa sakit dan diri sendiri
  • Menerima kekurangan diri
  • Makan makanan sehat
  • Hindari kelebihan gula
  • Hindari kelebihan kafein 
  • Merawat diri (pijat refleksi atau ke salon)
  • Banyak minum air putih
  • Pelajari latihan pernapasan untuk membuat tubuh lebih nyaman
  • Rutin berolahraga
  • Berusaha untuk tidur cukup
  • Melakukan konseling ke psikolog


Content Writer: Rida Ayu

Graphic Design: Ayuni Widya K