Ibu, Ini Sederet Mitos Menyusui yang Perlu Diketahui
KFTD - Proses menyusui bayi yang seharusnya berjalan lancar kadang bisa terhambat karena adanya satu atau dua mitos ibu menyusui. Padahal, mitos ibu menyusui yang selama ini banyak beredar di masyarakat belum jelas kebenarannya.
Supaya tidak keliru, simak mitos dan kebenaran seputar menyusui bagi ibu berikut ini:
1. Payudara kecil menghasilkan ASI yang lebih sedikit
Payudara kecil juga sangat mampu untuk menghasilkan banyak ASI, sama seperti payudara yang lebih besar. Produksi ASI bukan ditentukan oleh banyak sedikitnya kelenjar susu di payudara yang umumnya tidak ditentukan oleh ukuran payudara. Kelenjar susu di dalam payudara akan tumbuh dan berkembang sejak kehamilan. Jadi saat bayi lahir, payudara ibu sudah bisa menghasilkan ASI untuk menyusui pertama kali atau melakukan inisiasi menyusui dini (IMD).
2. Semakin lama bayi menyusui, semakin sulit bayi diberi makanan
Perkembangan dan kesiapan bayi untuk menerima makanan padat dapat datang di waktu yang berbeda-beda. Memperkenalkan dan memberikan MPASI kepada bayi sama sekali tidak berhubungan dengan lama waktu bayi menyusu, jadi ini hanya sekadar mitos ibu menyusui. Itu sebabnya, tidak masalah untuk meneruskan pemberian ASI selama masih memungkinkan sembari menerapkan cara menyapih anak yang tepat nantinya.
3. Jangan membangunkan bayi yang sedang tidur untuk menyusui
Menurut Ikatan Dokter Indonesia (IDAI), sebaiknya bangunkan bayi baru lahir yang masih terlelap bila sudah empat jam belum menyusu. Selain jadwal menyusui bayi yang lebih teratur, membangunkan bayi untuk menyusu juga membantu merangsang produksi ASI ibu lebih banyak lagi. Bayi baru lahir perlu untuk menyusu sebanyak 8-12 kali dalam sehari. Penting bagi Anda untuk memberikan ASI sesuai jadwal agar bayi mendapatkan cukup nutrisi.
4. Menyusui akan mengubah bentuk payudara
Perubahan pada bentuk payudara tidak hanya disebabkan oleh menyusui, tetapi juga karena kehamilan Anda. Usia, efek gravitasi, dan berat badan juga dapat memengaruhi bentuk payudara. Lagipula, bentuk payudara memang selalu dapat berubah setelah kehamilan. Perubahan bentuk payudara ini tidak seberapa dibandingkan dengan manfaat dari menyusui untuk payudara Anda.
5. Ibu menyusui dilarang mengonsumsi obat apapun selama masa menyusui
Banyak orang yang beranggapan bahwa ibu menyusui tidak boleh mengonsumsi obat-obatan selama masa menyusui. Perlu diketahui, bahwa ibu menyusui diperbolehkan untuk mengonsumsi obat-obatan, namun tentunya harus sesuai dengan petunjuk dokter dan tidak bisa sembarang mengonsumsi obat-obatan..
Ibu menyusui juga dianjurkan untuk mengonsumsi suplemen pelancar ASI apabila mengalami kendala terkait proses menyusui. Ibu bisa mengonsumsi Asifit sebagai suplemen pelancar ASI. Diperkaya dengan ekstrak daun katuk, Asifit berperan sebagai suplemen herbal yang mampu melancarkan ASI serta menjaga stamina ibu selama menyusui.
Jika Anda berminat untuk menyediakan dan menjual Asifit di outlet farmasi Anda, pesan segera Asifit KF melalui KFTD Cabang terdekat untuk pembelian dalam jumlah besar dan dapatkan dengan harga terjangkau!
Penulis: Dhesta Alfianti
