Mengenal Risiko Transplantasi Rambut yang Digandrungi Selebriti

KFTD – Prosedur cangkok rambut atau transplantasi rambut sedang menjadi tren di kalangan selebriti tanah air. Sebut saja Anang Hermansyah, Kevin Aprillio, hingga Atta Halilintar yang telah melakukan prosedur tersebut.

Prosedur transplantasi rambut dilakukan untuk mengembalikan rambut pada area kulit kepala yang mengalami penipisan hingga kebotakan. Diharapkan dengan langkah tersebut, rambut yang sulit tumbuh atau tipis dapat menebal.

Biaya transplantasi rambut berada dikisaran Rp 25-100 juta. Dibalik tujuan dan harga prosedurnya yang cukup menguras kantong, ada nggak ya risiko dari prosedur ini? Berikut ulasannya dilansir dari berbagai sumber.

1. Syok anafilaksis

Sebelum prosedur transplantasi rambut dilakukan, pasien akan diberi suntikan obat bius agar tidak merasakan sakit. Sayangnya, beberapa kasus pasien mengalami alergi usai disuntik obat bius.

Pasien yang dibius tersebut dapat mengalami syok anafilaksis atau kondisi reaksi imun parah yang terjadi secara tiba-tiba setelah tubuh terkena pemicu alergi. Pada kasus obat bius transplantasi rambut, bentuk alergi umumnya rasa gatal, sulit menelan, sampai batuk.

2. Percepatan detak jantung

Reaksi alergi yang dialami pasien transplantasi rambut dapat menyebabkan percepatan jantung. Kondisi ini akan berlangsung sementara, namun bisa jadi berbahaya pada pasien yang memiliki  riwayat penyakit jantung.

3. Rambut tumbuh tak beraturan

Penampilan folikel yang tidak tepat dapat membuat tampilan rambut menjadi aneh. Namun, kasus ini tidak akan terjadi apabila dokter bedah yang dipilih memperhatikan arah tumbuh rambut asli dari pasien.

4. Rontok

Rambut rontok menjadi reaksi  yang umum terjadi. Sebab pasca melakukan transplantasi rambut, kulit kepala memiliki bekas jahitan atau bekas luka. Hal tersebut membuat rambut akan rontok karena kondisi kepala yang tidak sehat.

Rambut akan rontok dalam waktu 2-3 minggu, namun ini lumrah terjadi. Sebagian besar orang yang menjalani transplantasi rambut akan melihat adanya rambut baru antara 8-12 bulan pasca operasi.

5. Gatal di kulit kepala

Rasa gatal di kulit kepala sudah dipastikan akan dialami pasien transplantasi rambut. Bekas luka atau bahkan munculnya keloid di kepala akan menimbulkan rasa gatal yang luar biasa.

Prosedur perawatan pasca transplantasi rambut

Untuk meminimalisir komplikasi pada luka bekas transplantasi rambut, maka diperlukan prosedur perawatan pasca operasi. Tindakan yang selayaknya dilakukan adalah:
  • Obat untuk mengurangi rasa nyeri.
  • Antibiotik untuk mengurangi risiko infeksi.
  • Obat antiinflamasi untuk menjaga agar pembengkakan tidak terjadi.


Content Writer: Rida Ayu Nabila K