Sering Menghirup Aromaterapi? 4 Risiko Ini Mengintai

KFTDAromaterapi menjadi salah satu alternatif untuk merelaksasi kondisi psikologis seseorang. Terapi pemulihan ini menggunakan minyak esensial.

Minyak esensial dapat dipancarkan aromanya menggunakan alat seperti diffuser, lilin aromaterapi, garam mandi, minyak, masker kecantikan, hingga lotion.

Manfaat lain dari aromaterapi diantaranya meningkatkan kualitas tidur, menjaga kesehatan pencernaan, mengatasi masalah kulit, hingga meredakan flu dan batuk.

Namun aromaterapi tak sepenuhnya hanya memiliki sisi manfaat. Sama seperti produk kesehatan lainnya, aromaterapi juga dapat menimbulkan efek samping jika digunakan dalam intensitas sering atau berlebihan.

Apa saja dampak  negatif terlalu sering menggunakan aromaterapi? Berikut penjelasannya melansir dari beberapa sumber.

1. Menimbulkan masalah kulit

Sejumah minyak esensial jika digunakan berlebihan akan membuat sensitivitas kulit meningkat. Akibatnya, saat terkena paparan sinar matahari secara langsung akan rentan terbakar.

Disarankan untuk tidak menggunakan minyak aromaterapi seperti akar angelica, bergamot, jinten, lemon ataupun jeruk pada bagian tubuh yang sering terpapar sinar matahari.

Selain itu, aromaterapi juga dapat menimbulkan reaksi alergi. Seperti ruam, gatal, dan sensasi panas. Namun masalah-masalah ini pun bervariasi tergantung sensitivitas kulit seseorang.

2. Memengaruhi hormon

Aromaterapi jenis tertentu dapat menimbulkan efek peningkatan kinerja hormon esterogen. Hal ini juga dapat memengaruhi fase pubertas remaja laki-laki, dimana payudaranya akan membesar.

Kadar hormon esterogen yang terlalu aktif juga akan mengganggu seorang pria dewasa. Kondisi abnormal tersebut dapat membuat pria kesulitan atau mengalami gangguan pada saat ereksi.

Kondisi-kondisi yang terjadi pada pria akibat aromaterapi tersebut akan berbahaya untuk kesehatan psikologis. Diantaranya akan timbul masalah kestabilan emosi bahkan depresi.

3. Memicu serangan asma

Kandungan Volatile Organic Compound (VOC) pada aromaterapi dapat berdampak pada peningkatan risiko inflamasi di tubuh, mengganggu fungsi sistem saraf, dan dapat menimbulkan reaksi alergi pada saluran pernapasan.

Oleh sebab itu, Anda yang memiliki penyakit asma harus berhati-hati dalam menggunakan aromaterapi. Risiko aromaterapi pemicu asma berpotensi terjadi pada aromaterapi yang berbentuk uap.

4. Meningkatkan risiko penyakit jantung

Seseorang yang menghirup aromaterapi bentuk uap akan mengalami peningkatan tekanan darah dan detak jantung. Ini jelas berbahaya pada kondisi jantung, karena berpotensi merusak.

Hal ini salah satunya dipublikasikan dalam jurnal The European Journal of Preventive Cardiology. Dalam studi tersebut terdapat 100 pekerja yang menghirup aromaterapi. Seluruh pekerja lantas mengalami perubahan tekanan darah.

Ingin membeli aromaterapi baru?

Anda bisa membeli essensial oil untuk aromaterapi diffuser di Aplikasi Mediv. Pada Platforrm cetusan PT Kimia Farma Trading & Distribution (KFTD) ini, Anda bisa membeli barang untuk konsumsi kembali maupun untuk dijual kembali.

Content Writer: Rida Ayu Nabila K