Tips Isolasi Mandiri Di Rumah Pasca Positif Covid-19

KFTD - Belakangan ini, angka kasus aktif Covid-19 kembali melesat naik di Indonesia, terlebih lagi di wilayah-wilayah seperti Jabodetabek, Bandung Raya, dan sekitarnya. Sebagai imbas dari kenaikan kasus aktif Covid-19 yang begitu signifikan ini, tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy ratio atau BOR) pasien Covid-19 di sejumlah rumah sakit di Jakarta telah mencapai lebih dari 60%.

Karena itu, protokol kesehatan harus benar-benar diperketat, ya. Apabila tiba-tiba Anda atau orang terdekat Anda dinyatakan positif setelah menjalani tes deteksi Covid-19 dan harus segera menjalani isolasi mandiri, jangan khawatir! Ada beberapa tips yang bisa diterapkan selama menjalani isolasi mandiri di rumah. 

Kira-kira apa saja tips-tipsnya? Simak penjelasannya di bawah ini, yuk!


1. Isolasi Mandiri Selama 10-14 Hari

Berdasarkan himbauan dari Kementerian Kesehatan RI terkait waktu yang diperlukan untuk menjalani isolasi mandiri pasca positif Covid-19, Anda harus menjalani masa isolasi mandiri selama 10 sampai 14 hari sejak H+1 dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil tes swab PCR atau Antigen di klinik atau rumah sakit.

2. Siapkan pulse oximeter

Ketika menjalani isolasi mandiri, Anda juga bisa siapkan pulse oximeter untuk mengukur saturasi Anda atau orang-orang terdekat Anda selama dinyatakan terinfeksi Covid-19. Ini penting agar ketika Anda atau orang-orang terdekat Anda mengalami desaturasi, dapat segera dilakukan penanganan oleh nakes dan RS terdekat.

3. Minum Obat dan Suplemen Sesuai Anjuran Nakes

Minum obat dan suplemen sangat penting untuk meredakan nyeri atau sakit sebagai imbas positif Covid-19 dan juga memperkuat daya tahan tubuh. Namun perlu diingat bahwa Anda harus mengonsumsi obat-obatan dan suplemen tersebut sesuai dengan anjuran nakes, ya. 

4. Manfaatkan Layanan Telemedicine

Anda juga bisa memanfaatkan layanan telemedicine untuk mendapatkan obat-obatan terkait isolasi mandiri Covid-19 secara gratis dari Kementerian Kesehatan RI. Dalam hal ini, Kemenkes RI bekerjasama dengan Kimia Farma, 17 platform telemedicine, serta 1 perusahaan rintisan logistik guna memastikan masyarakat bisa mendapat penanganan di rumah dengan baik. Untuk memanfaatkan layanan ini, ada beberapa tahapan yang harus Anda lakukan. Info selengkapnya terkait layanan telemedicine bisa Anda baca di sini.

5. Tempati Kamar Terpisah dan Gunakan Barang-barang Terpisah

Apabila Anda serumah dengan orang-orang yang dinyatakan negatif Covid-19, pastikan bahwa Anda menempati kamar sendiri dan terpisah dengan mereka, lalu gunakan alat-alat kebutuhan sehari-hari secara terpisah seperti alat-alat mandi, alat-alat makan, dan sebagainya.

6. Upayakan Selalu Berpikir Positif Selama Isoman

Pikiran positif yang ada di dalam diri kita mampu menjadi pemicu cepatnya kesembuhan yang didapatkan. Oleh karena itu, selama menjalani isolasi mandiri, upayakan untuk selalu berpikir positif dan yakinlah bahwa Anda akan segera pulih dari penyakit ini.

7. Jaga Kebersihan Rumah dengan Ketat

Saat ada anggota keluarga yang menjalani isolasi mandiri di rumah, pastikan untuk selalu menjaga kebersihan rumah dengan ketat. Ini penting agar virus tidak menyebar kemana-mana dan agar si penyintas Covid-19 bisa segera sembuh. Gunakan masker meski di dalam ruangan secara rutin dan jangan biarkan rumah dalam keadaan kotor.

8. Segera Hubungi RS Terdekat jika Mengalami Desaturasi

Apabila Anda atau orang-orang terdekat Anda mengalami desaturasi selama menjalani isolasi mandiri di rumah, segera laporkan ke RS terdekat untuk segera dilakukan penanganan.



Penulis: Dhesta Alfianti